Jenis Flange untuk Konstruksi dan Instalasi

jenis flange

Flange adalah komponen penting dalam perpipaan industri, berfungsi sebagai sambungan yang dapat dilepas untuk menyambungkan pipa, katup, pompa, dan peralatan lainnya. Sambungan flange memungkinkan kemudahan perawatan, modifikasi, dan akses ke sistem perpipaan. Memahami berbagai jenis flange, karakteristiknya, dan aplikasinya sangat krusial untuk memastikan integritas, keamanan, dan efisiensi sistem perpipaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam berbagai jenis flange yang umum digunakan, beserta spesifikasi dan kegunaannya, dengan fokus pada kata kunci “jenis flange”.

Artikel ini bertujuan untuk memberikan panduan komprehensif mengenai jenis-jenis flange, mencakup standar desain, material, dan pertimbangan pemilihan yang tepat untuk berbagai aplikasi industri. Dengan memahami nuansa setiap jenis flange, para insinyur, teknisi, dan profesional industri dapat membuat keputusan yang tepat dalam pemilihan dan pemasangan flange, sehingga meminimalkan risiko kebocoran, kegagalan struktural, dan downtime operasional. Fokus utama adalah pada klasifikasi dan deskripsi detail dari setiap jenis flange yang ada.

1. Jenis Flange Berdasarkan Koneksi ke Pipa

1.1. Weld Neck Flange

Weld Neck Flange, sering disebut sebagai flange las leher, memiliki leher tirus yang dilas ke pipa menggunakan lasan penetrasi penuh. Desain ini memberikan kekuatan dan ketahanan yang luar biasa terhadap tekanan dan suhu tinggi, menjadikannya pilihan ideal untuk aplikasi berat dan kritis. Lasan penetrasi penuh memastikan perpindahan tegangan yang mulus antara flange dan pipa, mengurangi konsentrasi tegangan. Ketebalan lehernya sesuai dengan ketebalan dinding pipa (schedule). Keunggulannya meliputi kekuatan superior, umur panjang, dan cocok untuk siklus termal dan getaran. Aplikasi umum meliputi industri minyak dan gas, petrokimia, dan pembangkit listrik.

1.2. Slip-On Flange

Slip-On Flange memiliki diameter lubang yang sedikit lebih besar dari diameter luar pipa, sehingga memungkinkan pipa diselipkan ke dalam flange sebelum dilas. Flange ini dilas di bagian luar dan kadang-kadang di bagian dalam untuk menambah kekuatan. Meskipun lebih murah daripada Weld Neck Flange, Slip-On Flange umumnya memiliki kekuatan yang lebih rendah dan umur yang lebih pendek, terutama di bawah tekanan dan suhu tinggi atau aplikasi yang bergetar. Namun, kemudahan pemasangannya menjadikannya pilihan populer untuk aplikasi tekanan rendah dan menengah. Cocok untuk layanan air, udara, dan gas dengan tekanan moderat.

1.3. Lap Joint Flange

Lap Joint Flange digunakan bersama dengan stub end, yang merupakan fitting pendek dengan ujung yang dilas ke pipa. Flange itu sendiri tidak dilas atau disolder ke pipa, melainkan meluncur di atas stub end. Desain ini memungkinkan rotasi flange, memfasilitasi penyelarasan baut. Keuntungan utamanya adalah kemudahan penggantian stub end dan kemampuan untuk memutar flange agar lubang baut sejajar, yang sangat berguna dalam ruang terbatas. Jenis flange ini sering digunakan dalam sistem dengan getaran atau di mana penyaluran pipa yang sering diperlukan, seperti pada sistem penanganan air dan industri kimia.

1.4. Socket Weld Flange

Socket Weld Flange memiliki soket silinder di mana ujung pipa dimasukkan sebelum dilas di sekeliling luar. Desain ini menghasilkan aliran yang lebih halus dibandingkan Slip-On Flange karena tidak ada penyempitan di dalam lubang. Socket Weld Flange umumnya direkomendasikan untuk layanan bertekanan sedang dan suhu sedang, serta untuk pipa berdiameter kecil (biasanya hingga 4 inci). Kekuatan sambungannya mendekati Weld Neck Flange tetapi dengan biaya yang lebih rendah. Namun, mereka tidak direkomendasikan untuk layanan dengan siklus termal atau getaran yang signifikan karena dapat menyebabkan keretakan di sekitar lasan.

1.5. Threaded Flange

Threaded Flange, juga dikenal sebagai Screwed Flange, memiliki ulir internal yang cocok dengan ulir eksternal pada ujung pipa. Flange ini tidak memerlukan pengelasan, membuatnya cocok untuk aplikasi di mana pengelasan tidak memungkinkan atau tidak diinginkan, seperti di area dengan risiko ledakan atau di mana peralatan listrik berada di dekatnya. Namun, sambungan berulir umumnya kurang kuat dibandingkan sambungan yang dilas dan lebih rentan terhadap kebocoran di bawah tekanan dan getaran. Threaded Flange paling baik digunakan dalam aplikasi bertekanan rendah dan suhu sedang, seringkali pada sistem perpipaan non-kritis.

1.6. Blind Flange

Blind Flange adalah cakram padat tanpa lubang di tengahnya, digunakan untuk menutup ujung pipa, saluran, atau lubang bertekanan. Fungsinya adalah untuk menutup atau menyegel sistem perpipaan, baik secara permanen maupun sementara untuk keperluan inspeksi atau pemeliharaan. Kemampuannya untuk menahan tekanan tinggi dan suhu yang bervariasi menjadikannya komponen serbaguna dalam berbagai aplikasi industri. Blind Flange sangat penting untuk pengujian tekanan dan isolasi bagian sistem perpipaan. Kualitas material dan kekencangan baut sangat penting untuk memastikan penyegelan yang efektif.

2. Jenis Flange Berdasarkan Standar Desain dan Konstruksi

2.1. Flange ANSI/ASME

Standar yang dikembangkan oleh American National Standards Institute (ANSI) dan American Society of Mechanical Engineers (ASME) adalah yang paling umum digunakan di seluruh dunia, terutama di Amerika Utara. Standar ASME B16.5 mencakup flange pipa dan fitting pipa dalam ukuran NPS 1/2 hingga NPS 24, sedangkan ASME B16.47 mencakup flange pipa dalam ukuran yang lebih besar (NPS 26 hingga NPS 60). Standar ini mendefinisikan dimensi, toleransi, material, peringkat tekanan-suhu, pengujian, dan penandaan flange. Peringkat tekanan flange ANSI/ASME biasanya dinyatakan dalam kelas tekanan, seperti 150, 300, 600, 900, 1500, dan 2500, di mana angka yang lebih tinggi menunjukkan kemampuan menahan tekanan yang lebih besar.

2.2. Flange DIN

Deutsche Industrie Norm (DIN) adalah standar industri Jerman yang juga banyak diadopsi secara internasional. Standar DIN untuk flange, seperti DIN EN 1092-1, mirip dengan standar ASME dalam hal klasifikasi tekanan dan dimensi, meskipun ada perbedaan dalam beberapa detail desain dan metode pengukuran. Flange DIN diklasifikasikan berdasarkan PN (Rated Pressure), yang merupakan tekanan nominal dalam bar yang dapat ditahan flange pada suhu tertentu. Contoh peringkat PN meliputi PN6, PN10, PN16, PN40, dan PN100. Penting untuk memastikan kompatibilitas antara komponen flange yang bersumber dari standar yang berbeda.

2.3. Flange JIS

Japanese Industrial Standards (JIS) adalah standar industri Jepang yang digunakan untuk berbagai produk, termasuk flange perpipaan. Standar JIS mendefinisikan dimensi, material, dan peringkat tekanan yang berbeda dari standar ASME dan DIN. Peringkat tekanan dalam standar JIS sering dinyatakan dalam kgf/cm², misalnya 5K, 10K, 20K, dan 40K. Flange JIS sering ditemukan dalam sistem perpipaan di Asia dan industri maritim. Seperti halnya standar lainnya, penting untuk memperhatikan detail dimensi dan peringkat tekanan saat mengintegrasikan flange JIS ke dalam sistem yang ada.

3. Jenis Flange Berdasarkan Desain Permukaan (Facing)

3.1. Raised Face (RF) Flange

Raised Face Flange adalah jenis yang paling umum, dengan area cincin yang sedikit menonjol di atas permukaan permukaan penyegelan utama. Area yang ditinggikan ini memberikan konsentrasi tekanan yang lebih besar pada gasket, menghasilkan segel yang lebih andal. RF flange biasanya digunakan dalam aplikasi bertekanan sedang hingga tinggi. Ketinggian “raise” bervariasi tergantung pada peringkat tekanan (misalnya, flange 150 dan 300 lbs memiliki raise 1/16 inci, sementara 400 lbs ke atas memiliki raise 1/4 inci). Gasket ditempatkan di antara kedua RF flange, dan tekanan dari baut mengompres gasket.

3.2. Flat Face (FF) Flange

Flat Face Flange memiliki permukaan penyegelan yang rata dan sejajar dengan seluruh permukaan flange. Jenis ini biasanya digunakan untuk menyambung dengan peralatan coran yang memiliki permukaan penyegelan datar, atau ketika menggunakan gasket yang menutupi seluruh permukaan flange. FF flange umumnya digunakan untuk aplikasi bertekanan rendah dan tidak boleh dipasangkan dengan Raised Face flange kecuali jika gasket yang dirancang khusus digunakan, karena

Tentang Penulis

Olivian Prameswari

Hai semuanya! Nama aku Olivia, dan aku adalah penulis konten di sini. Saya senang banget bisa berbagi informasi seru dan bermanfaat dengan kalian semua. Kalau kalian pernah bingung nyari informasi seputar kontraktor & interior, udah tepat banget ada disini.

Rekomendasi Artikel Lainnya

×
Promo Shopee